[Catatan Perjalanan] 2nd Trip to Garut, Trekking in Gn. Guntur

Image

Kota yang dijelajahi pada trip kali ini ialah kota yang sudah pernah saya jejaki sebelumnya, yaitu kota/kabupaten Garut. Namun, gunung yang didaki dan partner pendakian kali ini berbeda dari trip sebelumnya. Pada trip pertama, saya bersama teman2 ilkom46 (@aa_upayy a.k.a Upay, @nhzizah a.k.a Nurul, @pararang a.k.a Icang) + seorang teman dari mene46 (@suciariyanti a.k.a Suci) mencoba menjelajahi Gn. Cikuray dan Gn. Papandayan. Banyak cerita dan pengalaman2 luar biasa yang kami alami selama perjalanan tersebut, sesungguhnya kisah perjalanan pada trip pertama ini sudah pernah ditulis oleh beberapa teman saya, salah satunya ditulis Suci, jadi kalau penasaran bisa dicek di http://suciariyanti.blogspot.com/2012/05/cikuray-papandayan-part-one.html 😀

Beda trip beda cerita, dan partnernya pun berbeda. Kali ini, saya melakukan perjalanan bersama teman2 menggaul sewaktu SMA (baca: temen2 seorganisasi di smansa), ya semacam nostalgia gitu deh. Siapa saja mereka?? teman se-SMA sekaligus sekelas di ilkom46 + partner pendakian di trip sebelumnya (@aa_upayy a.k.a Upay), Waprad di organisasi yang pernah yang saya ikuti sewaktu SMA dulu + anak FIskal UI ’09 (@amrizalrifai a.k.a Ayam), partner Kabigitek + anak Mapala UI (@ratnarose a.k.a Ochi), dan berhubung kami rasa masih kurang rame nih jadi kami ajakin lagi deh salah satu teman dari ilkom46 yang pernah naik ke Pangrango bareng si Upay yaitu @melisyong a.k.a Imel. Pada 2nd trip ini, kami mencoba untuk menjelajahi Gn. Guntur yang terletak tidak jauh dari terminal bis di kota Garut, nama terminalnya pun Terminal Guntur (bisa jadi ini terminal ini dinamakan Terminal Guntur karena letaknya memang dekat dari Gn. Guntur). Sesungguhnya kisah mengenai perjalanan pada trip kali ini pun sudah pernah ditulis oleh Upay, bisa dicek di  http://lifaen.blogspot.com/2013/08/jejak-pendakian-gunung-guntur-garut.html. Nah, oleh karena itu, hal yang akan saya tuliskan mungkin agak sedikit berbeda dengan Upay, saya hanya ingin berbagi mengenai detail perjalanan dari jam per jam (tapi gak tepat2 banget sih, soalnya lupa dicatet juga setiap waktunya jadi ya seingetnya aja deh :p) dan dana yang kami keluarkan selama trip ini berlangsung, so silakan disimak ya dan semoga bermanfaat buat teman2 yang ini melakukan perjalanan ke Gn. Guntur.

Sekilas info mengenai Gn. Guntur

Gunung Guntur adalah salah satu gunung yang dimiliki oleh Kabupaten Garut, yang terletak di Kampung Dukuh Desa Pananjung Kecamatan Tarogong Kaler. Gunung ini memiliki luas kawasan sekitar 250 ha yang masih berupa areal terbuka, dan seluruhnya dikelola oleh BKSDA Jawa Barat II yang mengacu pada aspek legalitas berupa SK Mentri Kehutanan No:274/kpts II/99. Wilayah Gunung Guntur terletak 3 km dari ibukota Kecamatan Tarogong Kaler dan 7 km dari ibukota Kabupaten Garut. Gunung Guntur yang merupakan gunung yang masih aktif dengan aktivitas vulkanik ini memiliki puncak tertinggi dengan ketinggian  2.249 m dari permukaan laut dan memiliki satu kawah yang terdapat di salah satu puncaknya. Gunung Guntur memiliki karakter bentang alam yang unik yaitu memiliki tiga bukit pada puncaknya, yang masing-masing bukitnya memiliki ketinggian 1000 m (dari kaki gunung), 1200 m, dan 1300 m pada puncak paling tinggi. Gunung ini memiliki daya tarik yang berupa medan gunung yang menantang, lembah, air terjun, sungai, panorama alam dan kawah. Gunung Guntur memiliki konfigurasi umum lahan bergunung dengan kemiringan lahan yang sangat curam dan memiliki material tanah berupa tanah pasir berbatu. Untuk stabilitas tanahnya wilayah ini tergolong labil, dengan tingkat kelongsoran tanah yang tinggi dan daya serap tanah yang cukup.
Batas administrasi wilayah Taman Wisata Alam Gunung Guntur adalah sebagai berikut:

  • Utara: Desa Pasawahan
  • Barat: Kab. Bandung
  • Selatan: Desa Pananjung
  • Timur: Desa Rancabango

Kawasan TWA Gunung Guntur belum dikembangkan secara intensif untuk kawasan pariwisata, hanya saja Gunung Guntur banyak dikunjungi para penjelajah dan dijadikan sebagai kawasan untuk berkemah, hiking dan tracking.

Perjalanan pun dimulai…

Jumat, 23 Agustus 2013

20.30
Ayam dan Upay setelah membeli logistik kumpul di rumah saya (rencananya sih kumpul jam 15.00), di Bogor lebih tepatnya di daerah Taman Pagelaran, Ciomas. #START

20.30-21.00
Packing dan sholat Isya.

21.00-21.15
Naik angkot ke St. Bogor.

21.15-22.15
Naik kereta ke St. Tanjung Barat (khawatir bis di Term. Baranang SIang menuju ke Kamp. Rambutan sudah tidak ada, jadi kami memutuskan naik kereta).

22.15-22.35
Naik angkot ke Term. Kamp. Rambutan.

22.35-22.55
Nunggu Ochi dan Imel yang naik angkot dari Pocin.

22.55-03.15 (Sabtu, 24 Agustus 2013)
Naik Bis Saluyu ke Garut, berhenti di SPBU Warung Tanjung (sudah dekat dari penggalian >> pos awal pendakian Gn. Guntur) *bilang aja ke keneknya mau ke Curug Citiis.

03.15-07.00
Istirahat, sholat Shubuh, sarapan, packing barang2 yang belum dipacking, dan bercengkerama dengan pendaki lain.

Siap-siap di masjid SPBU Warung Tanjung

Siap-siap di masjid yang ada di SPBU Warung Tanjung

07.00-07.30
Berhubung jalan dari gang yang biasanya dilalui truk pasir menuju penggalian sedang ditutup karena ada acara kawinan gitu, jadi ya terpaksa kita harus berjalan sampai menemui persimpangan yang akan dilalui truk pasir. TIdak lama menunggu di persimpangan, akhirnya ada juga truk yang akan menuju penggalian, ternyata di dalam truk tersebut sudah ada pendaki lain yang ingin mendaki Gn. Guntur juga. Setelah diizinkan menumpang oleh sang supir truk, kami mulai naik truk menuju penggalian.

07.30-08.00
Naik truk ke penggalian (pos awal pendakian). Selama di truk kami sempat bercengkrama dengan pendaki2 lain yang ternyata berasal dari Jabodetabek juga.

Bersama pendaki-pendaki lain di penggalian (pos awal pendakian)

Bersama pendaki-pendaki lain di penggalian (pos awal pendakian)

08.00-09.30
Trekking menuju Curug Citiis. Pada awal pendakian sempat salah mengambil jalur sehingga agak sedikit nyasar gitu. Untungnya ada Anza (salah satu pendaki yang kami temui yang ternyata merupakan anggota Basarnas) yang sudah sering jalan2 di Gn. Guntur, yang kemudian membantu kami dalam mencarikan jalur menuju Curug Citiis.

09.30-10.00
Santai-santai dulu di Curug Citiis, abadikan momen dengan foto-foto secukupnya, dan isi botol2 yang masih kosong.

Foto keluarga di Curug Citiis

Foto keluarga di Curug Citiis

10.00-10.30
Jalan menuju sumber air berikutnya. 2 orang teman kami dari Backpacker Indonesia (Mas Adin dan Mba Yuni) berhenti di sini dahulu untuk istirahat dan makan siang, tetapi kami tetapi melanjutkan perjalanan.

Berhenti di salah satu sumber air

Berhenti di salah satu sumber air

10.30-11.00
Trekking menuju persimpangan antara sumber air terakhir dan Puncak 1

11.00-13.00
Trekking menuju Puncak 1. Jalur yang dilalui semakin ke atas semakin terjal dan mulai berkerikil + berpasir (mirip jalur summit Rinjani/Semeru namun di bagian pinggir2nya tidak langsung jurang, jalur ini masih banyak dikelilingi oleh ilalang2).

13.00-14.45
Slow-slow sambil menikmati keindahan kota Garut yang terlihat dari atas Puncak 1 ditemani semilir angin yang berhembus tak henti.

Berfoto bersama Mba Eji dan Mas Anza di Puncak 1

Berfoto bersama Mba Eji dan Mas Anza di Puncak 1

Foto keluarga (lagi) di Puncak 1

Foto keluarga (lagi) di Puncak 1

14.45-15.10
Perjalanan menuju tempat camp yang berada di lembahan antara Puncak 1 dan Puncak 2.

Menuju tempat camp di antara Puncak 1 dan Puncak 2

Menuju tempat camp di antara Puncak 1 dan Puncak 2

15.10-05.50 (Minggu, 25 Agustus 2013)
Mendirikan tenda, sholat, masak,  makan, bercengkarama, dan tidur.

Tenda-tenda selesai didirikan

Tenda-tenda selesai didirikan

Selain mendirikan tenda, jangan lupa mendirikan sholat juga bro

Selain mendirikan tenda, jangan lupa mendirikan sholat juga bro

Lapar? Masak dulu lah

Laper?? Masak dulu lah

Sepertinya sudah mulai matang nih, siap disikat nih bro

Sepertinya sudah mulai matang nih, siap disikat nih bro

Udah shubuh oi, sholat dulu lah

Udah shubuh oi, sholat dulu lah

05.50-07.00
Trekking ke Puncak 2, foto-foto, dan menikmati suasana di puncak gunung.

Sunrise

Masya-Allah betapa indahnya menikmati sunrise di puncak gunung

Masya-Allah betapa indahnya menikmati sunrise di puncak gunung

Sunrise

Panorama

Panorama

Background Gn. CIkuray

Backgroundnya Gn. CIkuray

Background Gn. CIkuray

Background Gn. CIkuray-3

Menatap Gn. Cikuray

07.00-08.00
Trekking ke Puncak 3, sambil menikmati keindahan alam Gn. Cikuray dan Gn. Papandayan yang terlihat dari Puncak 3.

Menatap Gn. Cikuray dan Papandayan dari Puncak 3

Menatap Gn. Cikuray dan Papandayan dari Puncak 3

Menatap Gn. Cikuray dan Papandayan dari Puncak 3

Puncak 4 terlihat dari Puncak 3

Puncak 4 terlihat dari Puncak 3

Puncak 4 terlihat dari Puncak 3

08.00-09.30
Kembali lagi Puncak 2, kemudian turun menuju lokasi camp untuk bersiap-siap perjalanan pulang.

09.30-10.30
Berhubung air yang dibawa hanya sedikit, jadi untuk sarapan hanya makan roti bakar dan minum kopi hangat. Kemudian packing tenda dan peralatan-peralatan lainnya.

10.30-11.00
Trekking ke Puncak 1

Berpose di Puncak 1 sebelum pulang

Berpose di Puncak 1 sebelum pulang

11.00-12.00
Trekking ke persimpangan jalan antara sumber air dan Puncak 1.

Bercengkrama sambil menunggu teman2 yang lain

Bercengkrama sambil menunggu teman2 yang lain

12.00-13.00
Trekking ke Curug Citiis.

13.00-14.30
Berhubung logistik masih banyak, jadi kami menghabiskan logistik2 yang siap untuk dimasak di Curug Citiis. Time to party xD.

14.30-15.00
Trekking ke penggalian.

15.00-16.00
Menunggu truk pasir yang bisa ditumpangi untuk turun ke bawah sambil bercengkrama dengan pendaki2 lain.

Menunggu di penggalian bersama pendaki2 lain

Menunggu di penggalian bersama pendaki2 lain

16.00-16.25
Akhirnya ada juga truk pasir yang dapat ditumpangi. Turun sampai tempat penurunan pasir.

16.25-16.50
Setelah bernegosiasi dengan supir truk, ternyata beliau bersedia mengantarkan kami sampai Term. Guntur. Sebagai rasa terima kasih kami patungan dangan menyisihkan sisa uang yang tersedia untuk diberikan kepada Pak Supir.

Perjalanan menuju Term. Guntur

Perjalanan menuju Term. Guntur

Akhirnya sampai juga di Term. Guntur

Akhirnya sampai juga di Term. Guntur – Garut

16.50-20.30
Istirahat, mandi, sholat, makan-makan, dan sambil menunggu bis menuju Term. Kamp. Rambutan.

Wisata kuliner di Garut

Wisata kuliner di Garut

20.30-00.45 (Senin, 26 Agustus 2013)
Naik Bis Saluyu menuju Term. Kamp. Rambutan.

00.45-01.30
Menunggu angkot yang ngetem.

01.30-02.45
Saya, Upay, dan Ayam naik angkot menuju Cibinong. Ochi dan Imel naik angkot menuju Pocin.

02.45-03.15
Naik angkot 08 menuju rumah Upay & Ayam.

03.15-03.45
Berhubung belum ada ojek di depan gang menuju rumah Upay & Ayam, jadi kami berjalan kaki untuk sampai ke sana. #FINISH

Rincian pengeluaran

  • Angkot dari taman pagelaran menuju St. Bogor: Rp 4.000,00
  • Tiket kereta menuju St. Tanjung Barat: Rp 3.500,00
  • Angkot dari St. Tanjung Barat menuju Term. Kamp. Rambutan: Rp 4.000,00
  • Bis Saluyu (Jakarta-Garut): Rp 40.000,00
  • Numpang truk pasir ke penggalian: Gratis
  • Numpang truk pasir ke Term. Guntur: Patungan seikhlasnya (saat itu sih kita memberi kurang lebih Rp 10.000,00/orang)
  • Bis Saluyu (Garut-Jakarta): Rp 42.000,00
  • Angkot dari Term. Kamp. Rambutan menuju Cibinong: Rp 12.000,00
  • Angkot dari Cibinong menuju Pomad: Rp 4.000,00
  • Patungan untuk logistik: Rp 50.000,00/orang

TOTAL Pengeluaran: Rp 169.500,00

Sekian catatan perjalanan yang dapat saya tulisan, semoga bermanfaat bagi teman2 yang akan berjalan-jalan ke Gn Guntur dan sekitarnya. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari setiap perjalanan yang kita lalui. Terus jaga dan lestarikan sumber daya rekreasi alam dan ekowisata di Indonesia, semoga anak cucu kita dapat merasakan keindahan alam Indonesia dan senantiasa bersyukur hidup di bumi Indonesia ini.

Take nothing, but pictures
Kill nothing, but times
Leave nothing, but foot-print

Salam lestari !!!

Advertisements

4 thoughts on “[Catatan Perjalanan] 2nd Trip to Garut, Trekking in Gn. Guntur

  1. ahhhhhh…. yannnnn, keren banget…. why you didn’t call meeeee!!! ehhhh… tapi bkalan gak bisa ikut jg sih kyaknya. :v :v :v :v.

  2. Sangat menarik Mas dan mbak Mbak.

    Pertanyaan saya kepada Mbak mbak selain keberanian, bawa bekal apa lagi untuk pengamanan di mobil angkot/ omprengan krn kalo ngak salah selalu larut malam dan dini hari naik omprengan ato angkotnya. Saya sebagai Bapak dari gadis gadis perlu ilmunya. Salam hormat. Rakhmat

  3. Pingback: Ketika Harus Bermalam di Tempat Umum – Simple Wanderer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s